Pages

Rabu, 24 Mei 2017

sia-sia

saat usahamu tak pernah diingat.
saat usahamu tak pernah diharagai
saat usahamu hanya sebuah kesia-siaan
akankah kau bertahan dan berusaha lagi?

Senin, 13 Juni 2016

hujan?

hujan, 
kapan kau datang?
aku sudah tak sabar ingin menari bersamamu
menghilangkan sesak
meluncurkan air mata

hujan,
mengapa tak singgah?
aku ingin menangis bersamamu
meninggalkan lara
mengobati luka

hujan,
datanglah
agar semua ini segera hilang
seiring tanah meresap duka

Rabu, 17 Februari 2016

malam #2

apa kau pernah berlari mengejar rembulan hingga ujung malam?
bagaimana jika hujan datang membawa gemuruh menghantam?
apakah malam akan semakin kelam membuat mulutmu terbungkam?
alih-alih mencari perhatian yang kau dapat hanya hujatan.
rasa hati ingin dicari nyatanya malah diacuhkan.
sadar diri kemudian pergi meninggalkan kepastian.
mencari secercah harap tanpa harus mengais keibaan.

Kamis, 24 Desember 2015

malam

mengapa cinta begitu rumit untuk dijalankan?
mengapa cinta begitu sulit untuk dijelaskan?
apakah cinta tetap ada saat hati mulai lelah membaca keadaan?
akankah cinta selalu hadir walau pipi telah dibanjiri kesakitan?
bukankah cinta harusnya membawa kebahagiaan?
kala tak lagi ada yang membuat kesakitan
berharap semua akan sirna seiring kesabaran
hingga kaki tak lagi berlari mengejar kepastian
mungkin cinta akan tetap ada diujung penantian

Sabtu, 05 September 2015

Terlalu Kecil untuk di Lihat

Lihatlah langit malam dari tempatmu berdiri
Disanalah aku, kecil seperti bintang
Dan kesalahanku, sebesar rembulan

Coba lihat tempatmu berpijak
Aku bukan kerikil kecil yang membahayakanmu
Tetapi aku adalah batu karang
Pelindungmu dari hembusan ombak yang menerjang

Pandanglah aku dari puncak ketinggian
Kecil tak ada artinya di matamu
Namun, cobalah kau turun
Tatap aku sejajar
Aku sama denganmu
Tak ada beda
Jangan kau hujat terlalu sering
Karena kau akan tinggalkan luka yang dalam
Luka yang tak bisa ditutup dengan apapun
Dan prasangka yang akan hancur lebur

Kamis, 09 Juli 2015

Kegagalan Kedua

Kembali ke senja tanggal 9. Tepatnya 9 Juli 2015. 2 bulan setelah kegagalan pertamaku. Kini, lagi-lagi aku harus menghadapi kegagalan. Entah apa yang salah dengan semua ini. Yang ku tau, rencana Tuhan jauh lebih indah daripada keinginanku.
Entah dengan apa aku harus sampaikan keluh kesan ini. Karena aku hanya mampu berdoa didalam sujudku tengah malam. Aku hanya bisa meringis memohon pertolongan-Mu, Tuhan.
Tak lagi aku menghabiskan air mata karena kecewa. Aku sudah belajar kuat, Tuhan. Maka aku mohon, benar-benar kuatkanlah hati ini. 
Karena yang ku tau, kecewa ini mengajarkanku kuat.

Secarik Surat Permohonan Maaf

Mama, Papa, maafin aku. Maaf karena untuk yang kedua kalinya aku buat kalian kecewa dengan hasil kerjaku. Maaf aku belum bisa memberi kalian kepastian. Sunggu, aku benar-benar telah berusaha semampuku.
Mama, Papa, maafkan kesalahan-kesalahanku yang sekiranya masih membekas dilubuk hati kalian. Maafkan putri kecilmu ini agar jalanku dimudahkan. 
Doakan anakmu ini, Ma, Pa. Karena jalan yang ditempuhnya sangat terjal, berbatu, dan penuh ranjau. Karena yang ku tau, doa dari kalian lah yang akan mengantarku ketempat yang terbaik. Karena ridho Allah tergantung dengan keridhoan kalian berdua.
 

Template by BloggerCandy.com