Pages

Kamis, 21 November 2013

terima kasih

terima kasih kepada kamu yang telah membenciku.
karena dengan sikapmu itu, aku dapat belajar dan memperbaiki diri.
semoga ini bisa membuatku menjadi lebih baik.
dan lebih dewasa, tentunya:)

Jumat, 15 November 2013

Sepenuhnya

Mengapa tidak kau beri ia celah untuk merasakan aliran darahmu. Agar ia tau perasaanmu kepadanya. Sama atau tidak? Ia mencoba. Terus mencoba memahamimu. Tapi, rasanya semua percuma. Karena kau, tak pernah memberi kesempatan kepadanya untuk setidaknya, sedikit saja merasakan rasa itu darimu.

Rasa takut tak bisa menyentuhmu
Rasa takut tak bisa menggenggammu
Rasa takut tak bisa bersadar dipundakmu yang kokoh
Rasa takut akan kehilangan
Rasa takut akan rasa yang tak terbalaskan

Karena ia, seseorang yang tak mudah menerima cinta, sampai akhirnya kau datang, dan meyakininya.
Tetapi, perlakuan dan sikap itu membuatnya ragu
Takut kekecewaan yang dulu, muncul lagi
Takut lukanya yang hampir kering, basah lagi
Takut awan hitam yang dulu mengikutinya, datang lagi

Maka, berikan ia celah untuk mengenalmu. Memahamimu. Sepenuhnya.

Kamis, 14 November 2013

Sisa Hujan Semalam

Hujan sisa semalam memang sudah reda. Sama seperti air mata di pelupuk seseorang itu. Tetapi, hujan masih menyisakan genangan air di jalan-jalan. Sama seperti sakit yang dirasakan seseorang itu, masih ada.

Hujan Bersama Seseorang

Sudah lebih dari sepekan rasanya cuaca seperti ini. Pagi cerah. Siang terik. Petang hujan. Bahkan sampai malam. Terus begitu sampai detik ini, aku menulis. Dan mungkin sampai detik dimana kamu sedang membaca tulisan ini. Cuaca selalu berubah-ubah. Sama seperti perasaan seseorang. Berubah-ubah. Kadang bahagia, lalu tiba-tiba menangis. Atau sebaliknya. Ya, begitulah kuartikan cuaca.

Entah ini fakta atau hanya sekedar opini semata. Ada sesuatu yang tersirat kala air hujan turun gemericik. Seperti alunan lagu yang menghipnotis. Hujan membawa inspirasi. Hujan membawa gundah. Tak jarang, hujan membawa air mata ikut serta membanjiri pelupuk mata seseorang.

Izinkan aku bercerita sedikit tentang 'Hujan Bersama Seseorang' ........

Bersama hujan seseorang yang kusebut tadi tergopoh berlari. Berusaha menghindar, namun sia-sia. Hujan tetap mengejarnya. Gemuruh petir tetap menyambar bersautan. Entah sudah seberapa jauh seseorang itu berlari sembari menahan sesuatu yang telah sampai di kerongkongan, mungkin seperti teriakan yang tertahan dan berujung pada air mata. Iya, dia menangis bersama hujan. Dadanya sesak penuh kekecewaan. Matanya perih penuh kesedihan.

Tak lagi dapat ia jelaskan bagaimana perasaannya sekarang, atau apa alasan pipinya basah? Bukan. Jelas bukan karena hujan. Karena sesuatu yang terlalu menyakitkan. Hingga ia tak dapat berkata, apa yang menyakitkan? Jawabnya, entahlah.

Hujan tau seseorang itu butuh pelukan. Butuh tempat untuk bersandar. Tetapi, hujan menunjukan dengan cara yang salah. Hujan malah menghantam seseorang itu bertubi-tubi ditambah lagi dengan petir yang menyambar. Seharusnya hujan sedikit saja memberinya celah untuk bersandar, agar ia tak lagi sesegukan. Hujan salah memperlakukannya. Hingga akhirnya, ia benci dengan hujan.

Seseorang itu benar-benar tak bisa berhenti membenci hujan. Membenci gemuruh petir yang membuat dadanya semakin sesak. "Sudah kecewa, ditambah kesal pula" katanya. Membenci suara hujan yang jatuh ke tanah. "Mengingatkan pada kekecewaan itu saja!" hardiknya.

Kini, ia benar-benar tak suka pada hujan.
Karena hujan mengambil yang ia miliki.
Karena hujan merusak yang ia punya.
Karena hujan membiarkan air matanya mengalir.
Padahal, hujan punya rencana untuk seseorang itu.
Lantas, akankah hujan mengajak seseorang itu menari? Tanpa air mata, tentunya.

Senin, 28 Oktober 2013

Rasa yang Telah Bertuan

Saat malam aku bersandar.
Mencari tempat untuk bercerita.
Pada malam senyumku merekah.
Karena dengan malam aku berbagi cerita.

Selalu ada hari baru yang indah saat mentari pagi menyeruak keluar dari persembunyiannya.
Selalu ada cerita baru yang akan terukir di pikiran dengan sendirinya.
Selalu tercipta rasa cinta lebih saat burung mulai berkicauan.
Karena rasa itu telah bertuan.

Senin, 21 Oktober 2013

Sebuah Rencana Tuhan

Tuhan, kami tau rencanamu akan jauuuuh lebih indah dari pada apa yang telah kami pikirkan atau bahkan dari apa yang telah kami ekspektasi kan. kami tau harusnya kami bersyukur atas segala rencanamu yang selalu tepat waktu. rencana yang mungkin pada awalnya akan kami hujat, akan kami protes, tapi pada akhirnya kami tau, bahwa tujuanmu adalah membuat kami kuat dan membuat kami belajar bersyukur atas apapun yang telah Engkau berikan.

Tuhan, tak ada yang dapat menghindari rencanamu. menghindari takdir yang telah Engkau berikan. kami hanya meminta kekuatan di balik semua rencanamu yang membuat kami jatuh dan terbangun, jatuh lagi dan terbangu lagi, begitu selalu.

Maka, saat aku terjatuh, saat aku tergores, saat luka yang menganga terlalu besar, saat itu pula aku percaya bahwa Engkau telah membuatku menjadi seorang gadis yang kuat. aku yakin, Engkau percaya jikalau aku adalah gadis yang kuat, yang akan terus kau uji dengan berbagai macam cobaan. lalu aku akan bersyukur karena dibalik ini semua pasti ada yang lebih indah. tinggal menunggu saja kapan waktunya.

Kau pasangkan segala macam yang ada di alam ini.
bulan-matahari
sendok-garpu
baju-celana
motor-bensin
pria-wanita
Dan aku menemukan pasanganku sendiri. seseorang yang membantuku berdiri tegak tanpa harus terjatuh lagi. seseorang yang secara perlahan menutup goresan luka yang menganga besar itu. aku menemukan kebahagianku kembali. setidaknya, aku tak benar-benar kehilangan secercah harap untuk terus tersenyum.

Namun, lagi lagi aku tak paham dengan cobaan ini. saat aku ingin bahagia, mengapa kesedihan itu harus datang lagi? mengapa tak kau hilangkan saja kesedihan ini, Tuhan? mengapa lagi lagi aku yang harus merasakan semua ini? apa aku belum lulus dari semua ujianmu?

aku tau, Tuhan. aku tau, semua rencanamu pasti akan indah pada waktunya. 

I thank to you

Sometimes, you just say "Thank you:)" to your past. Because you live happily after they gone.

ya. i thank to you.
karena masa-masa yang kemarin itu, emang bener-bener ngasih banyak pelajaran.
ga cuma ngebuat gue jadi lebih kuat, tapi emang ngejadiin gue orang yang sangat amat cukup belajar dari pengalaman itu sendiri. dan ngejadiin gue orang yang bersyukur atas segala kejadian itu:)

Senin, 14 Oktober 2013

Tentang Prioritas [End]

Pada akhirnya, kita memang benar-benar tak lagi saling memprioritaskan.
Karena semua perubahan ini berawal dari sikap acuh tak acuh darimu yang terus menuntutku untuk berfikir, "masih pantaskah kamu untuk kuprioritaskan?"

Seiring pergeseran waktu, aku mulai sadar, bahwa prioritas adalah tujuan hidupmu.
Karena apabila engkau tak memprioritaskan sesuatu, itu artinya kau tak lagi punya tujuan hidup.

Aku memprioritaskanmu untuk tujuan hidupku. Tetapi, pada akhirnya aku menyerah.
Aku menyerah pada waktu yang tak kunjung dapat merubah prioritasmu.
Hingga akhirnya, waktu yang merubah prioritasku.

Ya. Aku pergi. Meninggalkan prioritasku, yaitu kamu.
Sama halnya dengan kamu, yang pergi tanpa membawa aku sebagai tujuanmu.
Karena aku tau, prioritas itu bukan lagi aku, tapi mereka.

Awalnya, memang aku tak akan menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Tapi pada akhirnya, waktu demi waktu memberiku pelajaran.
Bahwa yang kamu prioritaskan adalah yang menjadi tujuanmu kelak.
Tujuan yang jelas. Bukan lagi samar.
Tujuan yang hitam atau yang putih. Bukan yang abu-abu.
Tujuan yang Terang. Bukan yang gelap.
Dan aku sudah memilih jelas tujuanku, yang pastinya bukan kamu.
Karena kamu pun tak pernah menjadikan aku sebagai, prioritasmu.

Ya. Aku pergi.

Part II. read

Selasa, 24 September 2013

Tentang Prioritas [Part II]

Andai waktu bisa di putar kembali, menuju titik-titik dimana prioritasmu adalah aku.
Andai aku dapat memilih. rasanya aku ingin tetap tinggal pada masa lampau. Saat prioritasmu adalah aku.
Andai cerita kehidupan dapat kusandiwara sendiri, maka akan ku buat jalan cerita dimana prioritasmu adalah aku.
Bukan. Bukan karena aku ingin menuntutmu.
Aku hanya tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Saat aku tau bahwa prioritasmu bukan aku.
Saat aku tau bahwa kata-kata "Selamat pagi" itu bukan lagi untukku.
Saat aku tau bahwa ucapan "Selamat malam dan mimpi indah" itu bukan lagi milikku.
Saat aku tau bahwa tempatmu berkeluh kesah bukan lagi aku.
Saat aku tau bahwa posisiku disampingmu telah tergantikan dengan yang lain.
Karena aku, bukan prioritasmu.
Aku hanya 'belum' bisa sepenuhnya mengikhlaskan posisi itu untuk siapapun yang sekarang kau sebut, prioritasmu.
Tapi aku tak pernah menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Hanya saja, kamu yang merubah semua keadaan ini.
Hingga kita berjarak. Dan pada akhirnya, kita terlihat tidak saling memprioritaskan.

Sudahlah.

Senin, 09 September 2013

Tentang Prioritas [Part I]

Prioritas
noun
1. yg didahulukan dan diutamakan dari pada yg lain: pembicaraan mengenai undang-undang antikorupsi diberi -- dl parlemen; mem·pri·o·ri·tas·kan v mendahulukan atau mengutamakan sesuatu dari pada yg lain

Berbicara tentang prioritas. Tentang apa-apa saja yang harus kamu utamakan dan kamu nomor sekiankan. Tentang kenyataan siapa, atau apa yang menjadi prioritasmu.

Tak habis pikir rasanya jika kamu telah memprioritaskan seseorang untuk selalu jadi yang utama, tetapi kamu malah di acuhkan. Atau kamu selalu menjadikan ia prioritasmu saat pada kenyataannya dia tidak akan menoleh kepadamu karena dia terlalu memprioritaskan yang lain. Jadi, apa masih pantaskah kau prioritaskan dia?
[]

Minggu, 16 Juni 2013

stop global warming, stop global warming poster, stop global warming posters, go green, save energy, save our earth

Jumat, 24 Mei 2013

Seperti Ini

gatau harus mulai ini dari mana
bingung ngejelasinnya dari bagian mana biar kamu ngerti kalo aku gabisa teru-menerus kayak gini
kadang aku capek ngadepin sikap kamu yang ga bisa di tebak
aku tau kamu berjuang demi apapun itu yang kamu sebut sayang
tapi kenapa sampe sekarang, kamu belom juga bisa ngertiin maunya aku?
kenapa setiap aku bicarain semuanya ke kamu, kamu malah diem aja?
kenapa ga pernah ngerespon semua perkataan aku?
apa kamu udah ga bisa ngertiin aku?
apa susahnya sih?
ahhh. aku benci harus terus seperti ini.

Rabu, 15 Mei 2013

Ketidakpastian

bergantung pada rindu saat senja
menenggelamkan rasa khawatir pada kelamnya malam
menyeruput hangatnya kesetiaan kala pagi kembali datang

tak lagi dapat kutopang tubuh ini dengan kaki lemas menunggumu di ujung jalan selama berhari-hari
menanti dengan ketidakpastian kapan kamu akan datang
menunggu dengan cemas akankah engkau datang
sekedar menatap, lalu berbincang

habis sudah suaraku menjeritkan namamu
mengharapkan sosokmu muncul dari balik layar hitam kepunyaan malam
yang berujung pada kesia-siaan
ya. malam tak bersahabat denganku rupanya

kucoba menunggumu kala pagi
mungkin saja matahari pagi dan sinarnya berpihak kepadaku
bisa sajakan mereka memberi kabar baik untukku?
dengan kehadiranmu, misalnya.

"manusia yang berencana. Tuhan yang menentukan." -hukum alam
ya. . . . begitulah kira-kira
pagi dan malam sama saja
tak ada yang berpihak denganku

kucoba lagi menunggu sosokmu saat senja
hingga malam kembali datang
engkau tak kunjung tiba
ah. . . sudahlah

mungkin ini saat titik jenuhku meluap
jenuhku telah menggapai puncaknya
dan. . . . ya. aku lelah
menunggu ketidakpastian, entah sampai kapan.

Rabu, 08 Mei 2013

Semoga

"Kebahagiaan dan kesedihan selalu beriringan. Selalu. Itu hukum alam. Nyata." -me.

Mau di sadari atau ngga, ketawa lo yang super bahagia itu akan berujung pada air mata.
Coba deh inget-inget, pernah ga lo abis ketawa bahagia banget ujung-ujungnya nangis?
Atau. . .saat lo abis nangis tersedu-sedu, tiba-tiba kayak ada malaikat yang bikin lo senyum lagi?
Ya. Itu hukum alam, kawan-kawan.
Contoh lain, saat lo ketawa terbahak-bahak juga bakal ada air menggenang di pelupuk mata lo.
Dari situ aja udah ketauan kan, "Kebahagiaan dan kesedihan selalu beriringan."

Intinya. . .
Hari ini gue cuma mau berbagi cerita, tentang kehidupan gue yang udah hampr 2 minggu lost contact sama pacar. *duuuh sedihnyaaa* yaa gitulah pokoknya, hari-hari gue so complicated karena gue gatau harus gimana.
Coba lo pikir, pohon aja harus selalu di kasih air sama pupuk biar ga mati, apa lagi cinta brooo. Okesip.

Begin. . . .
Hampir 2 minggu lost contact. Gue tau HP-nya dia rusak/eror/apalah sebutannya. Itupun tau dari temen-temennya.
Sehari. Dua hari. Seminggu. . . Ga ada juga kabarnya. I'm getting frustrated. Mau nyerah aja rasanya sama keadaan setelah semuanya hilang gitu aja. Penyemangat gue, mood booster gue, semuanya hilang.
Dan, ya. Untungnya gue masih punya keluarga yang sayang sama gue, sekaligus temen-temen di Nipam, yang always beside me. Especially my lovely classmate, @x3nipam i was so greatful to have you all. Dan ciwi-ciwi penyemangat gue yang lainnya. Dan buat orang yang cungkring dan tinggi menjulang, kakak-kakak-an gue yang sekarang juga ikut menghilang, makasih banget atas setiap goresan senyum yang kalian kasih buat gue.
Kalian yang selalu bikin gue jadi semangat sekolah, semangat belajar, semangat buat pertahanin semuanya setelah hampir 2 minggu ini rasanya hambar banget.
Mungkin ini kedengarannya sedikit berlebihan, but I swear. I'm getting tired of him. 

And, you. . .
After this all i'm not ok. But i try to be fine.
Aku kuat kok bertahan lama walaupun lost contact, walaupun ga ada kamu saat aku berkeluh kesah, walaupun ga ada kamu pas aku banyak masalah. I'm stronger than i think.
although, sometimes this situation killing me slowly, Honey.
Dan kamu gatau soal itu. Kamu ga tau apa-apa. Kamu hilang. Dan kamu ga pernah berusaha buat sedetik aja kasih aku kabar.
Sampai akhirnya, sore ini. Setelah hampir 2 minggu kamu tenggelam entah dimana (mungkin bersama rutinatasmu. Atau mungkin sama yang lain. Ya, mungkin) kamu kembali, aku senang. Kamu menyapa, aku bahagia. Kamu menghilang 'lagi'. Aku. . .entahlah.

Semoga senja tak pernah kehilangan warnanya.
Dan aku, tak pernah benar-benar kehilanganmu. Semoga.

Rabu, 01 Mei 2013

curhat colongan

sampe kapan nunggu kayak gini?
sekali duakali sih no problem. tapi kalo berulang kali?
siapa sih yang ga gondok di anggurin kayak gini?
udah berkali-kali loh. . . .
sebenernya sih i can be fine, but sometimes. . . .i felt worse. so. . . .worse.
cuma butuh kabar. bukan. bukan kabar yang di denger dari orang lain.
dan sampe kapan juga gue harus mendam semua kekhawatiran ini?
ahhhya. emang harus sabar ngadepin semuanya.
even though its 61 seconds in minute, 25 hours in a day, 8 days in a week.
wouldn't you have time for me, would you?
emang gue gapernah ada kaliya di pikirannya? hahaha:-)
mau sampe kapan pun, tugas gue emang cuma 'nunggu' di kabarin.
dengan alasan apapun, harusnya kita bisa saling jaga komunikasi loh.
biar semuanya tetep baik-baik aja.
jadi gaada pihak yang di sakitin. ehhhh. . . .di rugiin maksudnya hahaha.
bye!

Senin, 22 April 2013

Trouble. Masalah.

TROUBLE. QUAESTIO. SORUN. PROBLÈME. MASALAH. semua makhluk hidup pasti punya masalah. bahkan setiap kehidupan pun rasanya sudah di lekatkan dengan masalah. setiap hari, rasanya takkan lepas dengan masalah. bahkan, masalah sudah menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan suatu makhluk. 

Masalah, seperti lagu "mati satu, tumbuh seribu"
Masalah, seperti air zamzam yang tak pernah habis.
Masalah, seperti timeline di twitter yang tak pernah berhenti menunjukkan kata 'new tweets'
Masalah, seperti ombak yang mengahantam batu karang. kelamaan batu karang itu akan terkikis. dan disitulah titik kejenuhan seseorang dalam menghadapi masalahnya.

memang benar, tidak ada masalah yang tak dapat di selesaikan.
namun, jika masalah datang terus-menerus tanpa ada jeda untuk menyelesaikannya, siapa pula yang sanggup?
saat telah tiba di puncaknya, rasanya kepala ini ingin pecah.
memuntahkan masalah-masalah yang senang terkubur didalamnya.

Tuhan memberi masalah kepada kita untuk mengukur kekuatan kita menghadapi dunia.
dan itu tandanya Tuhan sedang menguji seberapa sabar dan dewasanya kita menyikapi masalah.
tapi, apa daya jika tak sanggup?
jika seseorang yang kita harapkan berada disisi kita, malah entah ada dimana.
siapa yang sanggup?
jika sedang dirundung masalah, dan tak seorang pun menguatkannya.
bagaimana bisa sanggup?
jika orang terdekat saja, tak ingin membantu. jangankan membantu, bertanya pun sungkan rasanya.

dan akhirnya.....masalah akan di pendam sendiri.
hanya bisa di ceritakan lewat air mata.

Sabtu, 06 April 2013

apa........?

sayang, apa kamu tau berapa lama bintang dapat bertahan menyala tanpa sinar rembulan?
apa kamu tau berapa lama youtube buffering jika paket internet sudah pada waktunya?
apa kamu tau berapa aku berusaha mencari kata untuk kurangkai menjadi kalimat seperti ini?
apa kamu tau seberapa letihnya aku menunggumu diujung jalan?
berharap kamu lewati persimpangan, lalu memilih jalan tempatku menunggu.

sayang, apa aku salah berharap kau meluangkan waktumu?
apa aku salah berharap kau hadir hapuskan airmataku?
apa aku salah berharap pundakmu untuk kusandarkan saat aku penat?
apa aku salah meminta semenit waktumu?
berharap kamu memberi kabar ke nomor telefonku, bukan yang lain.

sayang, apa kamu tau seberapa sering katak merindukan hujan dikemarau?
apa kamu tau seberapa sering burung hantu merindukan purnama?
apa kamu tau seberapa sering pohon merindukan buahnya?
berharap kamu juag merindukanku, sesering mungkin.

sayang, aku seperti bintang yang takdapat bersinar jika tanpamu.
aku seperti youtube yang loading jika takada kamu.
aku mengaharapkanmu saat sendiri.
berharap kamu menghapus airmata yang jatuh dipipiku.
dan berharap kamu disampingku saat aku lelah.
tapi kau malah tak punya semenit waktu untukku.
untuk mengirim kabar saja, rasanya kau sulit.

6 bulan katak merindukan hujan.
1 bulan burung hantu merindukan purnama.
3-6 bulan pohon merindukan buahnya.
namun aku berharap tak selama itu kamu merindukanku.
aku ingin kamu merindukanku setiap detik dalam hidupmu.
agar aku tidak merasa teracuhkan karena aku merindukanmu sepanjang hembusan nafasku.
agar kamu mengerti, aku merindukanmu. sangat amat merindukanmu!

Senin, 25 Maret 2013

lost contact

Lost contact.
semacam kata dari bahasa asing yang punya makna sangat amat 'ndesss'
oke. jadi gini, gatau kenapa gue tiba-tiba keinget something gitudeeeeyyy.
sesuatu yang udah lama ilang. dan emang bener-bener ilang.
huftyyy sedih yaa.
gue udah lama banget gadenger kabar dari temen gue yang satu ini.
semenjak........ya pokoknya semenjak itulahya~
gue emang sering liat dia. tapi, gue ga bener-bener liat dia.
maksudnya gini....
dia ada di depan mata gue. tapi rasanya yang ada di depan mata gue itu bukan dia, temen gue.
ini curahan hati banget ya.... yaampun~
okeoke. buat temen gue, gue cuma mau bilang kalo gue sayang sm lu.
gue gamau kita lost contact gini.
gue kagen cerita sama lu.
gue kagen when you hold my hand and helped me to wake up.
i miss you more than this.

Senin, 11 Maret 2013

bolehkah aku.....

bolehkah aku meminta?
meminta waktumu untukku. sebentar saja. hingga aku mampu meluapkan jenuhku dibahumu. seperti mereka, pasangan yang lain. memintamu mendengarkan keluh kesahku
bolehkah aku iri?
iri dengan mereka yang mampu menghabiskan seharian hanya berdua. menikmati segalanya berdua.
bolehkah aku merindu?
merindukan kamu yang dulu. kamu yang selalu punya waktu untukku.
bolehkah aku berharap?
berharap mendapat uluran tanganmu saat aku terjatuh. mendapat bahumu untuk bersandar saat aku lelah. mendapat sentuhan tangan besarmu saat air mata melintasi pipiku. mendapat dekap hangat darimu saat aku benar-benar merindukanmu.
bolehkah aku mencari?
mencari sesosok dirimu yang dulu. mencari serpihan cintamu yang hilang. mencari pewarna untuk rindumu yang memudar.
bolehkah....aku mendapatkan semua itu (lagi)?

tengah malam

selamat tengah malam, rindu.
semoga tuanmu segera menghampiri dan membalasnya dengan rasa yang berjuta-juta indahnya.
melebihi bintang dan rembulan yang tersenyum di tengah malam.
semoga kamu tak lagi kecewa dengan kesibukannya, dengan pengabaiannya, dan dengan sedikit waktunya.
semoga kamu mampu bertahan walaupun kamu tak diperhatikan.
semoga kamu tetap menjadi rindu yang tak pernah pudar untuknya.
semoga kamu tetap dalam dekapnya, walaupun dari kejauhan.
semoga rasa iri melihat pasangan rindu yang lain hilang.
semoga dia mengerti, bahwa rindu ini, tak akan hilang sebelum dihapus olehnya.

belajar?

kita memang harus saling belajar.
belajar memahami satu sama lain.
belajar mengerti keadaan satu sama lain.
belajar percaya dan belajar menjaga kepercayaan.
belajar dewasa menghadapi segalanya.
belajar menerima dengan tulus.

aku belajar memahami kesibukanmu
aku belajar mengertikanmu saat kamu tak ada waktu untukku
aku memercayaimu, sepenuhnya. dan aku menjaga rasa percaya yang kau beri
aku berusaha untuk belajar dewasa untuk segalanya
dan, aku menerima dengan setulus hati
aku menerima kesibukanmu
aku menerima ketidakhadiranmu dalam mimpiku
aku menerima sedikit waktumu
aku menerima perubahan kamu
dan akhirnya aku harus belajar menerima perubahan 'kita'

Malam Bisu

hamparan pasir terhampar luas seujung mata memandang
hanya terlihat laut lepas terbentang tiada ujung
hembusan angin malam membawa pergi bintang-bintang
hantaman ombak ke batu karang

hai, kamu yg menghilang!
hanyutkah terbawa ombak?
hilangkan terbawa angin?
mengapa tak jua muncul?
padahal, aku tlah lelah menunggu

tanpamu
semua begitu sunyi
tak ada lagi tawa renyah
tak ada lagi dekapan nyaman
tak ada lagi kecupan hangat
tak ada kamu
malamku bisu.

Jumat, 22 Februari 2013

Pagi yang beku

pagi ini, tak ada burung bernyanyi untukku
hanya ada rintik hujan yang gemuruh.

pagi ini, tak ada kehangatan untukku
yang ada hanya dingin yang membuat beku.

selamat pagi, hujan yang yang gemuruh
dan selamat pagi, dingin yang membeku.
ohya! hampir saja tertinggal.
selamat pagi, engkau diujung mata
yang selalu berkutat dengan kesibukan
hingga tak punya sedetik waktu untuk menyapaku yang hina ini.
semoga kamu selalu terlindungi.
semoga pagimu, tak sebeku pagiku.
semoga cinta dan kepekaanmu meleleh
bak es dihantam matahari.
hingga akhirnya kamu sadar
ada aku yang tak bosan menanti.

peluk kecup. untuk kamu, di pagi yang beku.

Jumat, 15 Februari 2013

Di ujung mata

Saat aku sedang asik dengan dunia mayaku,
seketika bayangannya melesat melintasi rongga-rongga di otakku.
memaksaku untuk mengingat dan merasakan kembali hangat dekapnya saat terakhir bertemu.
mengharuskanku melayangkan pikiran dan memutarkan alunan namanya dalam kepala.
Ya Tuhan...
apalah arti bayangan itu?
mungkinkah seseorang yang menari dalam bayangan itu juga sedang memikirkanku?
sehingga kami saling bertemu dalam imajinasi masing-masing
merangkai gerak dengan lembut
membentuk garis kenangan yang indah
melengkungkan senyum sumringah.
Wahai bayangan....
kembalilah....
dan sampaikan rindu ini untuknya
dari aku, di ujung mata.
 

Template by BloggerCandy.com