Minggu, 29 Desember 2013
Kamis, 21 November 2013
terima kasih
karena dengan sikapmu itu, aku dapat belajar dan memperbaiki diri.
semoga ini bisa membuatku menjadi lebih baik.
dan lebih dewasa, tentunya:)
Jumat, 15 November 2013
Sepenuhnya
Mengapa tidak kau beri ia celah untuk merasakan aliran darahmu. Agar ia tau perasaanmu kepadanya. Sama atau tidak? Ia mencoba. Terus mencoba memahamimu. Tapi, rasanya semua percuma. Karena kau, tak pernah memberi kesempatan kepadanya untuk setidaknya, sedikit saja merasakan rasa itu darimu.
Rasa takut tak bisa menyentuhmu
Rasa takut tak bisa menggenggammu
Rasa takut tak bisa bersadar dipundakmu yang kokoh
Rasa takut akan kehilangan
Rasa takut akan rasa yang tak terbalaskan
Karena ia, seseorang yang tak mudah menerima cinta, sampai akhirnya kau datang, dan meyakininya.
Tetapi, perlakuan dan sikap itu membuatnya ragu
Takut kekecewaan yang dulu, muncul lagi
Takut lukanya yang hampir kering, basah lagi
Takut awan hitam yang dulu mengikutinya, datang lagi
Maka, berikan ia celah untuk mengenalmu. Memahamimu. Sepenuhnya.
Kamis, 14 November 2013
Sisa Hujan Semalam
Hujan sisa semalam memang sudah reda. Sama seperti air mata di pelupuk seseorang itu. Tetapi, hujan masih menyisakan genangan air di jalan-jalan. Sama seperti sakit yang dirasakan seseorang itu, masih ada.
Hujan Bersama Seseorang
Entah ini fakta atau hanya sekedar opini semata. Ada sesuatu yang tersirat kala air hujan turun gemericik. Seperti alunan lagu yang menghipnotis. Hujan membawa inspirasi. Hujan membawa gundah. Tak jarang, hujan membawa air mata ikut serta membanjiri pelupuk mata seseorang.
Izinkan aku bercerita sedikit tentang 'Hujan Bersama Seseorang' ........
Bersama hujan seseorang yang kusebut tadi tergopoh berlari. Berusaha menghindar, namun sia-sia. Hujan tetap mengejarnya. Gemuruh petir tetap menyambar bersautan. Entah sudah seberapa jauh seseorang itu berlari sembari menahan sesuatu yang telah sampai di kerongkongan, mungkin seperti teriakan yang tertahan dan berujung pada air mata. Iya, dia menangis bersama hujan. Dadanya sesak penuh kekecewaan. Matanya perih penuh kesedihan.
Tak lagi dapat ia jelaskan bagaimana perasaannya sekarang, atau apa alasan pipinya basah? Bukan. Jelas bukan karena hujan. Karena sesuatu yang terlalu menyakitkan. Hingga ia tak dapat berkata, apa yang menyakitkan? Jawabnya, entahlah.
Hujan tau seseorang itu butuh pelukan. Butuh tempat untuk bersandar. Tetapi, hujan menunjukan dengan cara yang salah. Hujan malah menghantam seseorang itu bertubi-tubi ditambah lagi dengan petir yang menyambar. Seharusnya hujan sedikit saja memberinya celah untuk bersandar, agar ia tak lagi sesegukan. Hujan salah memperlakukannya. Hingga akhirnya, ia benci dengan hujan.
Seseorang itu benar-benar tak bisa berhenti membenci hujan. Membenci gemuruh petir yang membuat dadanya semakin sesak. "Sudah kecewa, ditambah kesal pula" katanya. Membenci suara hujan yang jatuh ke tanah. "Mengingatkan pada kekecewaan itu saja!" hardiknya.
Kini, ia benar-benar tak suka pada hujan.
Karena hujan mengambil yang ia miliki.
Karena hujan merusak yang ia punya.
Karena hujan membiarkan air matanya mengalir.
Padahal, hujan punya rencana untuk seseorang itu.
Lantas, akankah hujan mengajak seseorang itu menari? Tanpa air mata, tentunya.
Senin, 28 Oktober 2013
Rasa yang Telah Bertuan
Saat malam aku bersandar.
Mencari tempat untuk bercerita.
Pada malam senyumku merekah.
Karena dengan malam aku berbagi cerita.
Selalu ada hari baru yang indah saat mentari pagi menyeruak keluar dari persembunyiannya.
Selalu ada cerita baru yang akan terukir di pikiran dengan sendirinya.
Selalu tercipta rasa cinta lebih saat burung mulai berkicauan.
Karena rasa itu telah bertuan.
Senin, 21 Oktober 2013
Sebuah Rencana Tuhan
I thank to you
ya. i thank to you.
karena masa-masa yang kemarin itu, emang bener-bener ngasih banyak pelajaran.
ga cuma ngebuat gue jadi lebih kuat, tapi emang ngejadiin gue orang yang sangat amat cukup belajar dari pengalaman itu sendiri. dan ngejadiin gue orang yang bersyukur atas segala kejadian itu:)
Senin, 14 Oktober 2013
Tentang Prioritas [End]
Karena semua perubahan ini berawal dari sikap acuh tak acuh darimu yang terus menuntutku untuk berfikir, "masih pantaskah kamu untuk kuprioritaskan?"
Seiring pergeseran waktu, aku mulai sadar, bahwa prioritas adalah tujuan hidupmu.
Karena apabila engkau tak memprioritaskan sesuatu, itu artinya kau tak lagi punya tujuan hidup.
Aku memprioritaskanmu untuk tujuan hidupku. Tetapi, pada akhirnya aku menyerah.
Aku menyerah pada waktu yang tak kunjung dapat merubah prioritasmu.
Hingga akhirnya, waktu yang merubah prioritasku.
Ya. Aku pergi. Meninggalkan prioritasku, yaitu kamu.
Sama halnya dengan kamu, yang pergi tanpa membawa aku sebagai tujuanmu.
Karena aku tau, prioritas itu bukan lagi aku, tapi mereka.
Awalnya, memang aku tak akan menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Tapi pada akhirnya, waktu demi waktu memberiku pelajaran.
Bahwa yang kamu prioritaskan adalah yang menjadi tujuanmu kelak.
Tujuan yang jelas. Bukan lagi samar.
Tujuan yang hitam atau yang putih. Bukan yang abu-abu.
Tujuan yang Terang. Bukan yang gelap.
Dan aku sudah memilih jelas tujuanku, yang pastinya bukan kamu.
Karena kamu pun tak pernah menjadikan aku sebagai, prioritasmu.
Ya. Aku pergi.
Part II. read
Selasa, 24 September 2013
Tentang Prioritas [Part II]
Senin, 09 September 2013
Tentang Prioritas [Part I]
Minggu, 16 Juni 2013
Jumat, 24 Mei 2013
Seperti Ini
bingung ngejelasinnya dari bagian mana biar kamu ngerti kalo aku gabisa teru-menerus kayak gini
kadang aku capek ngadepin sikap kamu yang ga bisa di tebak
aku tau kamu berjuang demi apapun itu yang kamu sebut sayang
tapi kenapa sampe sekarang, kamu belom juga bisa ngertiin maunya aku?
kenapa setiap aku bicarain semuanya ke kamu, kamu malah diem aja?
kenapa ga pernah ngerespon semua perkataan aku?
apa kamu udah ga bisa ngertiin aku?
apa susahnya sih?
ahhh. aku benci harus terus seperti ini.
Rabu, 15 Mei 2013
Ketidakpastian
menenggelamkan rasa khawatir pada kelamnya malam
menyeruput hangatnya kesetiaan kala pagi kembali datang
tak lagi dapat kutopang tubuh ini dengan kaki lemas menunggumu di ujung jalan selama berhari-hari
menanti dengan ketidakpastian kapan kamu akan datang
menunggu dengan cemas akankah engkau datang
sekedar menatap, lalu berbincang
habis sudah suaraku menjeritkan namamu
mengharapkan sosokmu muncul dari balik layar hitam kepunyaan malam
yang berujung pada kesia-siaan
ya. malam tak bersahabat denganku rupanya
kucoba menunggumu kala pagi
mungkin saja matahari pagi dan sinarnya berpihak kepadaku
bisa sajakan mereka memberi kabar baik untukku?
dengan kehadiranmu, misalnya.
"manusia yang berencana. Tuhan yang menentukan." -hukum alam
ya. . . . begitulah kira-kira
pagi dan malam sama saja
tak ada yang berpihak denganku
kucoba lagi menunggu sosokmu saat senja
hingga malam kembali datang
engkau tak kunjung tiba
ah. . . sudahlah
mungkin ini saat titik jenuhku meluap
jenuhku telah menggapai puncaknya
dan. . . . ya. aku lelah
menunggu ketidakpastian, entah sampai kapan.
Rabu, 08 Mei 2013
Semoga
Mau di sadari atau ngga, ketawa lo yang super bahagia itu akan berujung pada air mata.
Coba deh inget-inget, pernah ga lo abis ketawa bahagia banget ujung-ujungnya nangis?
Atau. . .saat lo abis nangis tersedu-sedu, tiba-tiba kayak ada malaikat yang bikin lo senyum lagi?
Ya. Itu hukum alam, kawan-kawan.
Contoh lain, saat lo ketawa terbahak-bahak juga bakal ada air menggenang di pelupuk mata lo.
Dari situ aja udah ketauan kan, "Kebahagiaan dan kesedihan selalu beriringan."
Intinya. . .
Hari ini gue cuma mau berbagi cerita, tentang kehidupan gue yang udah hampr 2 minggu lost contact sama pacar. *duuuh sedihnyaaa* yaa gitulah pokoknya, hari-hari gue so complicated karena gue gatau harus gimana.
Coba lo pikir, pohon aja harus selalu di kasih air sama pupuk biar ga mati, apa lagi cinta brooo. Okesip.
Begin. . . .
Hampir 2 minggu lost contact. Gue tau HP-nya dia rusak/eror/apalah sebutannya. Itupun tau dari temen-temennya.
Sehari. Dua hari. Seminggu. . . Ga ada juga kabarnya. I'm getting frustrated. Mau nyerah aja rasanya sama keadaan setelah semuanya hilang gitu aja. Penyemangat gue, mood booster gue, semuanya hilang.
Dan, ya. Untungnya gue masih punya keluarga yang sayang sama gue, sekaligus temen-temen di Nipam, yang always beside me. Especially my lovely classmate, @x3nipam i was so greatful to have you all. Dan ciwi-ciwi penyemangat gue yang lainnya. Dan buat orang yang cungkring dan tinggi menjulang, kakak-kakak-an gue yang sekarang juga ikut menghilang, makasih banget atas setiap goresan senyum yang kalian kasih buat gue.
Kalian yang selalu bikin gue jadi semangat sekolah, semangat belajar, semangat buat pertahanin semuanya setelah hampir 2 minggu ini rasanya hambar banget.
Mungkin ini kedengarannya sedikit berlebihan, but I swear. I'm getting tired of him.
And, you. . .
After this all i'm not ok. But i try to be fine.
Aku kuat kok bertahan lama walaupun lost contact, walaupun ga ada kamu saat aku berkeluh kesah, walaupun ga ada kamu pas aku banyak masalah. I'm stronger than i think.
although, sometimes this situation killing me slowly, Honey.
Dan kamu gatau soal itu. Kamu ga tau apa-apa. Kamu hilang. Dan kamu ga pernah berusaha buat sedetik aja kasih aku kabar.
Sampai akhirnya, sore ini. Setelah hampir 2 minggu kamu tenggelam entah dimana (mungkin bersama rutinatasmu. Atau mungkin sama yang lain. Ya, mungkin) kamu kembali, aku senang. Kamu menyapa, aku bahagia. Kamu menghilang 'lagi'. Aku. . .entahlah.
Semoga senja tak pernah kehilangan warnanya.
Dan aku, tak pernah benar-benar kehilanganmu. Semoga.
Rabu, 01 Mei 2013
curhat colongan
sekali duakali sih no problem. tapi kalo berulang kali?
siapa sih yang ga gondok di anggurin kayak gini?
udah berkali-kali loh. . . .
sebenernya sih i can be fine, but sometimes. . . .i felt worse. so. . . .worse.
cuma butuh kabar. bukan. bukan kabar yang di denger dari orang lain.
dan sampe kapan juga gue harus mendam semua kekhawatiran ini?
ahhhya. emang harus sabar ngadepin semuanya.
even though its 61 seconds in minute, 25 hours in a day, 8 days in a week.
wouldn't you have time for me, would you?
emang gue gapernah ada kaliya di pikirannya? hahaha:-)
mau sampe kapan pun, tugas gue emang cuma 'nunggu' di kabarin.
dengan alasan apapun, harusnya kita bisa saling jaga komunikasi loh.
biar semuanya tetep baik-baik aja.
jadi gaada pihak yang di sakitin. ehhhh. . . .di rugiin maksudnya hahaha.
bye!
Senin, 22 April 2013
Trouble. Masalah.
Sabtu, 06 April 2013
apa........?
apa kamu tau berapa lama youtube buffering jika paket internet sudah pada waktunya?
apa kamu tau berapa aku berusaha mencari kata untuk kurangkai menjadi kalimat seperti ini?
apa kamu tau seberapa letihnya aku menunggumu diujung jalan?
berharap kamu lewati persimpangan, lalu memilih jalan tempatku menunggu.
sayang, apa aku salah berharap kau meluangkan waktumu?
apa aku salah berharap kau hadir hapuskan airmataku?
apa aku salah berharap pundakmu untuk kusandarkan saat aku penat?
apa aku salah meminta semenit waktumu?
berharap kamu memberi kabar ke nomor telefonku, bukan yang lain.
sayang, apa kamu tau seberapa sering katak merindukan hujan dikemarau?
apa kamu tau seberapa sering burung hantu merindukan purnama?
apa kamu tau seberapa sering pohon merindukan buahnya?
berharap kamu juag merindukanku, sesering mungkin.
sayang, aku seperti bintang yang takdapat bersinar jika tanpamu.
aku seperti youtube yang loading jika takada kamu.
aku mengaharapkanmu saat sendiri.
berharap kamu menghapus airmata yang jatuh dipipiku.
dan berharap kamu disampingku saat aku lelah.
tapi kau malah tak punya semenit waktu untukku.
untuk mengirim kabar saja, rasanya kau sulit.
6 bulan katak merindukan hujan.
1 bulan burung hantu merindukan purnama.
3-6 bulan pohon merindukan buahnya.
namun aku berharap tak selama itu kamu merindukanku.
aku ingin kamu merindukanku setiap detik dalam hidupmu.
agar aku tidak merasa teracuhkan karena aku merindukanmu sepanjang hembusan nafasku.
agar kamu mengerti, aku merindukanmu. sangat amat merindukanmu!
Senin, 25 Maret 2013
lost contact
semacam kata dari bahasa asing yang punya makna sangat amat 'ndesss'
oke. jadi gini, gatau kenapa gue tiba-tiba keinget something gitudeeeeyyy.
sesuatu yang udah lama ilang. dan emang bener-bener ilang.
huftyyy sedih yaa.
gue udah lama banget gadenger kabar dari temen gue yang satu ini.
semenjak........ya pokoknya semenjak itulahya~
gue emang sering liat dia. tapi, gue ga bener-bener liat dia.
maksudnya gini....
dia ada di depan mata gue. tapi rasanya yang ada di depan mata gue itu bukan dia, temen gue.
ini curahan hati banget ya.... yaampun~
okeoke. buat temen gue, gue cuma mau bilang kalo gue sayang sm lu.
gue gamau kita lost contact gini.
gue kagen cerita sama lu.
gue kagen when you hold my hand and helped me to wake up.
i miss you more than this.
Senin, 11 Maret 2013
bolehkah aku.....
meminta waktumu untukku. sebentar saja. hingga aku mampu meluapkan jenuhku dibahumu. seperti mereka, pasangan yang lain. memintamu mendengarkan keluh kesahku
bolehkah aku iri?
iri dengan mereka yang mampu menghabiskan seharian hanya berdua. menikmati segalanya berdua.
bolehkah aku merindu?
merindukan kamu yang dulu. kamu yang selalu punya waktu untukku.
bolehkah aku berharap?
berharap mendapat uluran tanganmu saat aku terjatuh. mendapat bahumu untuk bersandar saat aku lelah. mendapat sentuhan tangan besarmu saat air mata melintasi pipiku. mendapat dekap hangat darimu saat aku benar-benar merindukanmu.
bolehkah aku mencari?
mencari sesosok dirimu yang dulu. mencari serpihan cintamu yang hilang. mencari pewarna untuk rindumu yang memudar.
bolehkah....aku mendapatkan semua itu (lagi)?
tengah malam
semoga tuanmu segera menghampiri dan membalasnya dengan rasa yang berjuta-juta indahnya.
melebihi bintang dan rembulan yang tersenyum di tengah malam.
semoga kamu tak lagi kecewa dengan kesibukannya, dengan pengabaiannya, dan dengan sedikit waktunya.
semoga kamu mampu bertahan walaupun kamu tak diperhatikan.
semoga kamu tetap menjadi rindu yang tak pernah pudar untuknya.
semoga kamu tetap dalam dekapnya, walaupun dari kejauhan.
semoga rasa iri melihat pasangan rindu yang lain hilang.
semoga dia mengerti, bahwa rindu ini, tak akan hilang sebelum dihapus olehnya.
belajar?
Malam Bisu
hanya terlihat laut lepas terbentang tiada ujung
hembusan angin malam membawa pergi bintang-bintang
hantaman ombak ke batu karang
hai, kamu yg menghilang!
hanyutkah terbawa ombak?
hilangkan terbawa angin?
mengapa tak jua muncul?
padahal, aku tlah lelah menunggu
tanpamu
semua begitu sunyi
tak ada lagi tawa renyah
tak ada lagi dekapan nyaman
tak ada lagi kecupan hangat
tak ada kamu
malamku bisu.
