Pages

Senin, 14 Oktober 2013

Tentang Prioritas [End]

Pada akhirnya, kita memang benar-benar tak lagi saling memprioritaskan.
Karena semua perubahan ini berawal dari sikap acuh tak acuh darimu yang terus menuntutku untuk berfikir, "masih pantaskah kamu untuk kuprioritaskan?"

Seiring pergeseran waktu, aku mulai sadar, bahwa prioritas adalah tujuan hidupmu.
Karena apabila engkau tak memprioritaskan sesuatu, itu artinya kau tak lagi punya tujuan hidup.

Aku memprioritaskanmu untuk tujuan hidupku. Tetapi, pada akhirnya aku menyerah.
Aku menyerah pada waktu yang tak kunjung dapat merubah prioritasmu.
Hingga akhirnya, waktu yang merubah prioritasku.

Ya. Aku pergi. Meninggalkan prioritasku, yaitu kamu.
Sama halnya dengan kamu, yang pergi tanpa membawa aku sebagai tujuanmu.
Karena aku tau, prioritas itu bukan lagi aku, tapi mereka.

Awalnya, memang aku tak akan menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Tapi pada akhirnya, waktu demi waktu memberiku pelajaran.
Bahwa yang kamu prioritaskan adalah yang menjadi tujuanmu kelak.
Tujuan yang jelas. Bukan lagi samar.
Tujuan yang hitam atau yang putih. Bukan yang abu-abu.
Tujuan yang Terang. Bukan yang gelap.
Dan aku sudah memilih jelas tujuanku, yang pastinya bukan kamu.
Karena kamu pun tak pernah menjadikan aku sebagai, prioritasmu.

Ya. Aku pergi.

Part II. read

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com