Pages

Rabu, 20 Mei 2015

Luka dalam Tawa

Menangislah. Hingga tak lagi ada airmata yang mengalir.
Berlarilah. Sampai kau ke entah berantah.
Teriaklah. Hingga pita suaramu bergetar dahsyat.
Tertawalah. Hingga kau lupa apa yang sedang membuatmu terluka.

Sabtu, 09 Mei 2015

Sebuah Kegagalan

Senja. 9 Mei 2015. Saksi bisu atas kegagalan pertamaku.
Derai air mata yang terus meluncur tiada henti diiringi dengan rintikan hujan yang membasahi jalan. Serta teriakan isak tangis yang disamarkan oleh gemuruh petir secara bersautan.
Marah. Kecewa. Merasa sangat tak berharga. Buta akan syukur.
Padahal, nikmat-Mu terselip diantara kekecewaan itu.
Dan suatu hal yang baik, mengiringi.

Malam ini aku ingin menuangkan semua perasaanku ditemani dengan secangkir kopi hitam. Agar aku semakin tau rasa pahit itu seperti apa. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat kecewa dengan diri sendiri. Berusaha sudah. Berdoa pun tiada henti. Namun, mengapa masih saja mendapat hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi? Apakah masih ada syarat yang aku lalaikan? Ataukah ada sesuatu yang belum aku panjatkan? Mengapa? Mengapa tak semulus jalan mereka yang tak mengingat-Mu, Tuhan?

Saat hatiku marah dan kecewa, kala itu juga Kau sadarkan aku dengan petir-Mu. Seketika aku tersadar, aku tak boleh marah dengan-Mu. Lalu seseorang disampingku mengingatkan. Bahwa, tak ada rencana-Mu yang tak indah, tak ada jalan mulus untuk meraih kesuksesan, dan selalu ada hikmah disetiap kegagalan.

"Tuhan senang mendengar doamu tiap malam saat kau terjaga untuk bersujud. Ia tak ingin berhenti mendengar suara lirihmu yang bersungguh-sungguh meminta kepada-Nya. Maka tak pula ia beri jalanmu disini karena Ia masih ingin mendengar kau memohon dengan teramat sangat, tak seperti yang lainnya"

Tuhan, jika yang dikatakan orang itu memang benar begitu adanya maka maafkanlah bila aku marah pada-Mu. Maaf bila kecewaku membuat Mu murka. Maaf atas ketidaksyukuran ini. Sungguh aku percaya, bahwa rencana hebat-Mu untukku telah Kau persiapkan dengan baik. Maka, lapangkanlah hati ini untuk menerima keputusan yang telah diketukkan palunya. Gagahkan pundak ini untuk memikul lebih banyak ilmu. Kuatkan dan lancarkanlah kaki ini memijak dan berjalan menuju kesuksesan yang telah Kau persiapkan.

Tuhan, teguhkanlah hati kami. Berilah kami petujuk, bahwa kekecewaan ini akan sirna digantikan dengan nikmat yang tiada tara. Tunjukanlah kami jalan menuju kesuksesan. Maafkan kami yang masih sering lalai hingga doa-doa yang kami panjatkan terasa begitu jauh dari gapaian-Mu.



Masih ada jalan menuju PTN idaman:)


 

Template by BloggerCandy.com