Pages

Jumat, 25 Mei 2012

Bersama kenangan

Kamu selalu ada. . .
Kamu selalu disini. . .
Kamu selalu. . .

Dulu kamu ada. . .
Dulu kamu disini. . .
Dulu kamu tinggal. . .
Dulu kamu. . .

Semua itu dulu.
Saat kamu selalu ada untukku
Saat kamu tinggal disini denganku
Saat kamu selalu mendekapku
Dan...saat kamu menggenggam erat jemariku

Kamu ada untuk temani langkahku
Menyusuri dunia yang kau bilang. . . 'hanya milik kita'
Kamu selalu disampingku
Untuk membangunkanku dari keterpurukan
Atau hanya sekedar untuk mendampingiku menyusuri jalan

Kamu selalu menyodorkan semangat
Kamu selalu memberi kasih dan sayang
Kamu selalu ada disini apapun yang terjadi padaku

Tapi kini. . .semua hilang
Beriringan dengan kepergianmu
Entah sudah berapa lama aku terjatuh tanpa ada yang membangkitkan
Entah sudah berapa banyak tetesan airmata atas kepergianmu

Kini...aku merasa berbeda.
Tak ada lagi kamu
Tak ada lagi kita
Yang tertinggal hanya aku
Bersama kenangan

Senin, 21 Mei 2012

Mengejar bayangmu

Kapan aku dapat menyentuhmu....?
Kapan aku dapat mendekapmu....?

Kapan aku dapat mengungkapkan rasa sayang, jika kamu tak pernah datang?
Bagaimana cara untuk menuangkan rasa rindu, jika kamu tak lagi terlihat olehku?
Apa harus aku mengejarmu? Mengejar kamu yang tak pasti.
Yang telah datang tanpa permisi, kemudian pergi tanpa salam.

Menunggu atau mengejar?
Itu sama saja menyakitkan.
Karena kamu semu.
Kamu bukan hitam. Bukan juga putih.
Kamu abu-abu.
Abu-abu yang samar.

Jika menunggu....
Untuk apa aku menunggu?
Padahal aku tau kamu tak akan datang untukku.
Tapi aku suka menunggu.
Aku suka menunggu kamu disini. Sembari melihatmu tersenyum bersamanya.

Tapi aku ingin berlari, mengejarmu.
Mungkin bukan untuk mengejarmu, tetapi mengejar bayangmu.
Hanya itu yang dapat kulakukan. Mengejar bayangmu.
Lalu, aku menyentuh bayangmu yang tertinggal.

Senin, 14 Mei 2012

FAKE = UNREAL = PALSU

Kawan... Apa kamu tau untuk apa Tuhan menciptakan dunia?
Apakah kamu tau untuk apa Tuhan menciptakan makhluknya?
Bagaimana mungkin, Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penguasa harus berletih-letih mengirim makhluknya ke dunia, sementara Ia tau akan ke surga ataukah ke neraka sang hamba itu?

Tuhan... Aku tau Kau Maha Tau.
Aku tau Kau melihat semua yang di kerjakan makhluk-Mu.
Aku tau, pastilah Kau melihat kejahatan didunia.
Aku tau, Kau pasti mengetahui kezinaan yang disembunyikan manusia.

Tuhan... Kau tau semuanya.
Lalu mengapa kami dikirim kedunia?
Apakah tujuanmu hanya untuk membuat kami kotor?

Tuhan... Kau tau kami semua ingin masuk kedalam surga-Mu.
Tapi, apa mungkin masih ada yang layak masuk ketempat suci-Mu?
Sementara, disini. Didunia ini, semua melakukan kejahatan.
Dari yang kecil, hingga yang besar.
Mulai dari kemunafikan berteman, hingga melakukan pembunuhan atau, apapun yang kejam.
Kau tau semua itu.

Aku tau dunia ini fana.
Aku tau, kami hidup didunia hanya sementara.
Semakin berkurangnya usia, semakin pula aku mengerti.
Tak ada yang nyata didunia ini.
Lalu, mengapa dan untu apa Tuhan membuang-buang waktu atas semua kepalsuan ini?

Dan aku pun tau.
Hanya Tuhan yang punya jawabnya.


Love:')

Jumat, 11 Mei 2012

Hanya sekedar cerita.

"Untuk apa memiliki tapi tak saling mengasihi?"
"Apa maksudmu? Jadi kamu menuduhku kalau aku tidak menyayangimu? Lebih baik kita berhenti disini. Aku letih. Kamu terlalu egois!" suaranya menggelegar. Seketika airmata yang kutahan sejak tadi terjun bebas meluncur kepipiku yang merona.
Aku hanya menggeleng. Sesak. Aku terisak.
Dia meninggalkanku sendiri disini. Taklagi peduli denganku rupanya.

Aku pulang. Sendiri. Masih terisak.
Terkejut. Aku terkejut. Dia sudah ada dirumahku, menunggu kepulanganku dengan cemas.
Dia menggenggam tanganku dengan erat. Aku berusaha melepas, tapi aku tak berdaya.
"Maafkan aku" katanya merintih.
Aku tak bersua. Masih berusaha memberontak untuk melepaskan genggaman itu.
"Maafkan kata-kataku tadi. Aku terlalu emosi. Maafkanlah."
"Kamu terlalu menyakitiku. Saat aku benar-benar mencintaimu, tapi kamu malah seperti ini. Tak ada lagi rasa untukmu. Kau letih. Akupun juga. Pergi!" Aku mengusirnya dengan tak indah. Tangisku meledak sejadi-jadinya.
Dia masih berusaha membujukku. Namun tak lagi kuhiraukan. Aku masuk kekamarku dan membanting pintunya.
Terdengar sayup-sayup Mamaku mempersilahkan dia pergi dengan lebih sopan daripada aku menyuruhnya pergi. Tunggu. Aku bukan menyuruhnya, tapi 'mengusirnya'. Kejam memang. Tapi biarlah. Peduli apa dengannya.

Berhari-hari setelah kejadian itu, aku kembali bertemu dengannya disebuah kafe.
Lelaki itu sedang bersama wanita. Oiya, sejak kejadian itu, aku lebih suka memanggilnya 'lelaki'.  Entah wanita yang bersama lelaki itu siapa. Aku tak tau dan memang tak mau tau.
Kuperhatikan mereka sedang bertengkar.
"Kamu lihat apasih?" suara itu mengagetkanku. Ya, itu suara sahabatku.
Dia yang selalu ada saat aku suka maupun duka.
Dia yang selalu membantuku bangun ketika aku terjatuh.
Dan dia yang selalu mendekapku saat aku merintih.

"Oh, lelaki itu. Sudahlah. Ayo kita cari tempat, katanya kamu sudah lapar."
Perhatiannya selalu membuatku luluh. Aku tersenyum lalu segera mengikutinya.
"Kamu gausah mikirin dia lagi lah beib. Kan udah ada aku." Ia menyengir kuda. Manis sekali.
Dia bukan pacarku. Dia sahabatku. Sahabat yang selalu ada untukku.
Dia....teman setiaku.
Indahnya cintaku dengan 'dia'. Lebih indah daripada cintaku dengan 'lelaki itu'
Terimakasih Tuhan untuk cinta yang sejati ini....


Rabu, 09 Mei 2012

Mengapa CINTA tak seperti CINTA?

Tuhan menciptakan makhluk hidupnya dengan CINTA.
Matahari menyinari dunia dengan CINTA.
Merpati menyampaikan pesan dengan CINTA.
Adam dan Hawa bersatu karena CINTA.
Dan kita hidup....dengan CINTA.

Aku mengenalmu dan aku mencintaimu.
Kamu mengenalku dan kamu mencintaiku.
Aku dan Kamu akhirnya saling mencinta.
Hari-hariku penuh CINTA karenamu.
Karena kamu membawa beribu warna untukku.
Hidupku penuh CINTA karenamu.
Karena kamu mencintaiku.

Kamu memberi banyak kata-kata manis.
Kamu membuat banyak cerita indah.
Kamu meyakinkanku bahwa kamu CINTA aku, selamanya.
Ya. S-E-L-A-M-A-N-Y-A.

Tapi kini....kata-kata manis itu hanya angin yang berhembus.
Hanya sekedar ombak yang menghempas karang.
Kata-kata itu layaknya butiran debu yang tersapu.

Mengapa semua harus kamu akhiri?
Mengapa kamu berdusta?
Mengapa kamu berhenti mencintaiku?

Apa kamu lupa dengan semua kata manismu?
Apa kamu tak ingat seberapa indah cinta kita?
Apa kamu tak lagi bisa bersamaku?
Apa kamu tak ingin mempertahankan keindahan ini?

Tuhan...
Ini sangat menyakitkan.
Dia lupakan semua janjinya.
Dia tak ingat cinta kami.
Dia tinggalkan aku hanya dengan bayangnya.

Tuhan...
Mengapa CINTA tak seperti CINTA?




di tulis saat sahabatku di tinggal kekasihnya.
dengan cinta. Aku :-)
 

Template by BloggerCandy.com