Kapan aku dapat mendekapmu....?
Kapan aku dapat mengungkapkan rasa sayang, jika kamu tak pernah datang?
Bagaimana cara untuk menuangkan rasa rindu, jika kamu tak lagi terlihat olehku?
Apa harus aku mengejarmu? Mengejar kamu yang tak pasti.
Yang telah datang tanpa permisi, kemudian pergi tanpa salam.
Menunggu atau mengejar?
Itu sama saja menyakitkan.
Karena kamu semu.
Kamu bukan hitam. Bukan juga putih.
Kamu abu-abu.
Abu-abu yang samar.
Jika menunggu....
Untuk apa aku menunggu?
Padahal aku tau kamu tak akan datang untukku.
Tapi aku suka menunggu.
Aku suka menunggu kamu disini. Sembari melihatmu tersenyum bersamanya.
Tapi aku ingin berlari, mengejarmu.
Mungkin bukan untuk mengejarmu, tetapi mengejar bayangmu.
Hanya itu yang dapat kulakukan. Mengejar bayangmu.
Lalu, aku menyentuh bayangmu yang tertinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar