Tuhan...
sudahkah kau dengar rintihku?
meminta kekuatan kepadamu
untuk bertahan dalam rasa ini
rasa yang hampir mati ditinggal tuannya
Tuhan...
sudah sampaikah alunan doaku?
memohon keteguhan hati
atas kesedihan tanpa ujung
atas kepedihan sayatan lisan itu
Tuhan...
masihkah ada waktu untukku lepas dari semua ini?
dari rasa sakit yang selalu menghujam
dari pedihnya ucapan yang menyayat
dari angkuhnya perilaku mereka
Tuhan...
aku bersujud kepadamu
meminta dan memohon
teguhkanlah hati yang luka ini
perkokohlah kaki ini untuk terus berjalan
fokuskan mata ini agar selalu melihat kedepan
dan lindungilah perasaan ini dari dengki dan iri hati
aamiin
Jumat, 20 Juni 2014
Selasa, 17 Juni 2014
Untuk yang pernah ada
aku telah melewati hari yang amat panjang dan sangat melelahkan
kini aku butuh bersandar atau bahkan terpejam sejenak
aku hanya ingin melepas penat
aku berjanji ini tak akan lama
sebentar saja
sungguh, aku ingin bersandar dibahu kokohmu
aku hanya ingin mengadu kepadamu
menceritakan semua yang selama ini mengusikku
meluapkan resah didekatmu
menumpahkan tangis dipelukmu
sungguh, aku baru saja melawati banyak sekali hal buruk
aku baru sadar
betapa lucunya siklus mempermainkanku
saat aku mencoba untuk mendekapmu
ia berusaha melepaskannya
semakin kuat aku mendekapmu
semakin keras pula usahanya untuk melepaskan kita
hingga akhirnya aku terluka
dan kamu, tak bisa berbuat apapun
kamu hanya bisa menunggu takdir menunjukkan jalan untukmu
seolah-olah engkau tak dapat memilih untuk tetap berdekapan denganku
atau malah merenggangkan dekapan untuk membantu dia
jadi saat aku terluka dan mulai menyerah pada semuanya
kau juga menyerah pada takdir
kau anggap aku tak ingin mendekapmu
padahal aku sudah cukup terluka mempertahankanmu
sungguh, aku tak rela ia merebutmu dariku
lalu, apa yang dapat aku lakukan, jika mendekapmu dengan erat saja sudah cukup menyakitiku?
kini aku butuh bersandar atau bahkan terpejam sejenak
aku hanya ingin melepas penat
aku berjanji ini tak akan lama
sebentar saja
sungguh, aku ingin bersandar dibahu kokohmu
aku hanya ingin mengadu kepadamu
menceritakan semua yang selama ini mengusikku
meluapkan resah didekatmu
menumpahkan tangis dipelukmu
sungguh, aku baru saja melawati banyak sekali hal buruk
aku baru sadar
betapa lucunya siklus mempermainkanku
saat aku mencoba untuk mendekapmu
ia berusaha melepaskannya
semakin kuat aku mendekapmu
semakin keras pula usahanya untuk melepaskan kita
hingga akhirnya aku terluka
dan kamu, tak bisa berbuat apapun
kamu hanya bisa menunggu takdir menunjukkan jalan untukmu
seolah-olah engkau tak dapat memilih untuk tetap berdekapan denganku
atau malah merenggangkan dekapan untuk membantu dia
jadi saat aku terluka dan mulai menyerah pada semuanya
kau juga menyerah pada takdir
kau anggap aku tak ingin mendekapmu
padahal aku sudah cukup terluka mempertahankanmu
sungguh, aku tak rela ia merebutmu dariku
lalu, apa yang dapat aku lakukan, jika mendekapmu dengan erat saja sudah cukup menyakitiku?
Langganan:
Postingan (Atom)