Pages

Kamis, 24 Desember 2015

malam

mengapa cinta begitu rumit untuk dijalankan?
mengapa cinta begitu sulit untuk dijelaskan?
apakah cinta tetap ada saat hati mulai lelah membaca keadaan?
akankah cinta selalu hadir walau pipi telah dibanjiri kesakitan?
bukankah cinta harusnya membawa kebahagiaan?
kala tak lagi ada yang membuat kesakitan
berharap semua akan sirna seiring kesabaran
hingga kaki tak lagi berlari mengejar kepastian
mungkin cinta akan tetap ada diujung penantian

Sabtu, 05 September 2015

Terlalu Kecil untuk di Lihat

Lihatlah langit malam dari tempatmu berdiri
Disanalah aku, kecil seperti bintang
Dan kesalahanku, sebesar rembulan

Coba lihat tempatmu berpijak
Aku bukan kerikil kecil yang membahayakanmu
Tetapi aku adalah batu karang
Pelindungmu dari hembusan ombak yang menerjang

Pandanglah aku dari puncak ketinggian
Kecil tak ada artinya di matamu
Namun, cobalah kau turun
Tatap aku sejajar
Aku sama denganmu
Tak ada beda
Jangan kau hujat terlalu sering
Karena kau akan tinggalkan luka yang dalam
Luka yang tak bisa ditutup dengan apapun
Dan prasangka yang akan hancur lebur

Kamis, 09 Juli 2015

Kegagalan Kedua

Kembali ke senja tanggal 9. Tepatnya 9 Juli 2015. 2 bulan setelah kegagalan pertamaku. Kini, lagi-lagi aku harus menghadapi kegagalan. Entah apa yang salah dengan semua ini. Yang ku tau, rencana Tuhan jauh lebih indah daripada keinginanku.
Entah dengan apa aku harus sampaikan keluh kesan ini. Karena aku hanya mampu berdoa didalam sujudku tengah malam. Aku hanya bisa meringis memohon pertolongan-Mu, Tuhan.
Tak lagi aku menghabiskan air mata karena kecewa. Aku sudah belajar kuat, Tuhan. Maka aku mohon, benar-benar kuatkanlah hati ini. 
Karena yang ku tau, kecewa ini mengajarkanku kuat.

Secarik Surat Permohonan Maaf

Mama, Papa, maafin aku. Maaf karena untuk yang kedua kalinya aku buat kalian kecewa dengan hasil kerjaku. Maaf aku belum bisa memberi kalian kepastian. Sunggu, aku benar-benar telah berusaha semampuku.
Mama, Papa, maafkan kesalahan-kesalahanku yang sekiranya masih membekas dilubuk hati kalian. Maafkan putri kecilmu ini agar jalanku dimudahkan. 
Doakan anakmu ini, Ma, Pa. Karena jalan yang ditempuhnya sangat terjal, berbatu, dan penuh ranjau. Karena yang ku tau, doa dari kalian lah yang akan mengantarku ketempat yang terbaik. Karena ridho Allah tergantung dengan keridhoan kalian berdua.

Rabu, 20 Mei 2015

Luka dalam Tawa

Menangislah. Hingga tak lagi ada airmata yang mengalir.
Berlarilah. Sampai kau ke entah berantah.
Teriaklah. Hingga pita suaramu bergetar dahsyat.
Tertawalah. Hingga kau lupa apa yang sedang membuatmu terluka.

Sabtu, 09 Mei 2015

Sebuah Kegagalan

Senja. 9 Mei 2015. Saksi bisu atas kegagalan pertamaku.
Derai air mata yang terus meluncur tiada henti diiringi dengan rintikan hujan yang membasahi jalan. Serta teriakan isak tangis yang disamarkan oleh gemuruh petir secara bersautan.
Marah. Kecewa. Merasa sangat tak berharga. Buta akan syukur.
Padahal, nikmat-Mu terselip diantara kekecewaan itu.
Dan suatu hal yang baik, mengiringi.

Malam ini aku ingin menuangkan semua perasaanku ditemani dengan secangkir kopi hitam. Agar aku semakin tau rasa pahit itu seperti apa. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat kecewa dengan diri sendiri. Berusaha sudah. Berdoa pun tiada henti. Namun, mengapa masih saja mendapat hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi? Apakah masih ada syarat yang aku lalaikan? Ataukah ada sesuatu yang belum aku panjatkan? Mengapa? Mengapa tak semulus jalan mereka yang tak mengingat-Mu, Tuhan?

Saat hatiku marah dan kecewa, kala itu juga Kau sadarkan aku dengan petir-Mu. Seketika aku tersadar, aku tak boleh marah dengan-Mu. Lalu seseorang disampingku mengingatkan. Bahwa, tak ada rencana-Mu yang tak indah, tak ada jalan mulus untuk meraih kesuksesan, dan selalu ada hikmah disetiap kegagalan.

"Tuhan senang mendengar doamu tiap malam saat kau terjaga untuk bersujud. Ia tak ingin berhenti mendengar suara lirihmu yang bersungguh-sungguh meminta kepada-Nya. Maka tak pula ia beri jalanmu disini karena Ia masih ingin mendengar kau memohon dengan teramat sangat, tak seperti yang lainnya"

Tuhan, jika yang dikatakan orang itu memang benar begitu adanya maka maafkanlah bila aku marah pada-Mu. Maaf bila kecewaku membuat Mu murka. Maaf atas ketidaksyukuran ini. Sungguh aku percaya, bahwa rencana hebat-Mu untukku telah Kau persiapkan dengan baik. Maka, lapangkanlah hati ini untuk menerima keputusan yang telah diketukkan palunya. Gagahkan pundak ini untuk memikul lebih banyak ilmu. Kuatkan dan lancarkanlah kaki ini memijak dan berjalan menuju kesuksesan yang telah Kau persiapkan.

Tuhan, teguhkanlah hati kami. Berilah kami petujuk, bahwa kekecewaan ini akan sirna digantikan dengan nikmat yang tiada tara. Tunjukanlah kami jalan menuju kesuksesan. Maafkan kami yang masih sering lalai hingga doa-doa yang kami panjatkan terasa begitu jauh dari gapaian-Mu.



Masih ada jalan menuju PTN idaman:)


Selasa, 10 Maret 2015

Setitik Keegoisan

Malam menggelap-gulitakan semuanya
Tak terlihat setitik purnama bersinar
Menyembunyikan cucuran air matanya
Mendekap hitam agar tak terlihat lagi terdengar

Sayup-sayup rintihan itu semakin kencang
Di bungkamnya mulut rapuh yang tak dapat bercerita
Tentang kepedihan yang tak kunjung hilang
Karena ada yang enggan disebut cinta

Keegoisan tak bisa disangka akan kemana perginya
Tak pula ada yang mengira akan seberapa besar tingkatnya
Sampai kau tau
Menangis karena keegoisanlah yang membuatmu benar-benar menyesal
Bahwa nyatanya keegoisan akan luntur dengan air mata kesadaran

Jumat, 13 Februari 2015

Dear, future husband

Dear, you

Selamat datang pendampingku dalam berlayar mengarungi samudra kehidupan
Semoga kamu adalah orang yang selalu kusebutkan namanya dalam tiap doa di dua per tiga malam.

Aku akan jadi perempuan yang membuatmu selalu rindu akan rumah, karena aku ingin memberikan senyum terbaikku kala kau lelah selepas mencari nafkah.
Aku ingin pergi ke tempat-tempat indah di dunia, bersamamu. Bukan. Bukan dengan uangmu. Tenang saja Sayang, aku akan pergi berlibur dengan uangku sendiri. Maka dari itu, izinkan aku untuk bekerja. Dan tidak akan kutinggalkan kewajibanku mengurus kerajaan kecil kita serta mejadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nantinya.

Jangan pernah bosan mendengar keluhanku saat penyakitku datang mengganggu. Bahkan mengganggu jam tidurmu nanti.
Jangan pernah marah jika tanganmu memerah akibat cubitanku. Maafkan. Itu hanya sekedar cara untuk menunjukkan bahwa aku benar-benar mencintaimu.

Jadilah kepala keluarga yang sabar tetapi tegas dan bijaksana. Jangan sekali-kali kau bentak anak-anak kita dengan ucapan yang tak pantas. Teguhkan saja pundaknya, lalu beri nasihat.
Semoga engkau adalah imam yang benar-benar mengerti dan terus ingin belajar tentang agama. Karena aku pun akan menyempatkan diri untuk terus belajar agama di majelis-majelis yang ada.
Tolong dengarkan selagi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an terucap dari lisanku, lalu benarkan jika ada yang salah. Mari bertadarus bersama selepas beraktivitas dan sebelum memulai pekerjaan. Agar berkah Tuhan selalu mengiringi.
Jadilah alarm untukku saat waktu tahajud telah datang, agar kita dapat memohon dan menangis bersama dalam sujud tengah malam.

Maaf jika terlalu banyak permintaan. Hal ini semata-mata hanya untuk kebahagiaan keluarga kecil kita kelak:)
Semoga saat ini kau tengah memperbaiki diri untuk menjadi pendamping terbaikku.

Sincerely,
👸
Your future wife💋

Selasa, 20 Januari 2015

Klap

Awal dekat klap
Tak sengaja... 
Dari sana kukenal kau
Semua karena klap
Klap yang berarti

Aku bukan tertarik
Klap... Bukan juga mengagumi
Mungkin hati tidak bisa membuat dusta
Jiwa terdorong atas gerangan cinta
Masalah pengorbanan biarlah raga yang berkeringat

Satu klap dua tiga kali klap klap
Sampai ku tahu arti dari klap
Tak mau henti bertemu
Terlontar sudah kata yang tak terduga
Sebuah kesan atas dorongan jiwa

Berjalan pun klap
Sampai lupa selalu klap
Berharap tak berlalu
Klap... Sebuah kenangan manis yang berkisah
Klap yang punya makna
Klap yang mungkin menjadi awal sebuah cerita



 

Template by BloggerCandy.com