Pages

Jumat, 21 Februari 2014

Teardrops

Terlalu banyak air mata yang mengalir dan akhirnya bermuara di pangkuan, hanya karena sesosok lelaki yang bahkan tak lagi pernah mengingatmu.

Hujan deras pagi ini telah mewakili perasaan seorang bocah perempuan yang cengeng. Sama seperti air hujan yang membasahi tanah, kini air mata anak itu pun telah membanjiri bantalnya. Tak ada yang mengerti mengapa ia menangis tersedu-sedu, bahkan dirinya sendiri pun tak paham.

Bocah ini hanya dapat mengira-ngira apa penyebab dari semua perasaan sedihnya. Mungkinkah karena merindukan seseorang? Karena, semakin ia mengingat namanya, semakin sedihlah dia. Semakin ia memainkan kenangan dengan orang itu, keluarlah airmatanya. Semakin ia memainkan ingatan akan senyum orang itu, bertambah deras air matanya. Iya, anak ini tau, orang itu lah penyebab kesedihannya. Ditambah lagi dengan lagu-lagu kenangan mereka yang sayup-sayup sampai ketelinga anak perempuan ini. Makin jadilah tangisnya meledak.

Ia benar-benar merindukan orang itu. Orang yang bahkan telah mengacuhkannya. Orang yang tak lagi pernah ia lihat senyumannya. Orang yang mungkin tak pernah lagi mengingatnya. Orang yang dalam diam, telah meninggalkannya.

-

Sabtu, 01 Februari 2014

kutipan novel dan film 12 menit

"hidup itu kayak mendorong mobil di tanjakan. pilihannya ada 2. kamu lepas dan mobil itu mundur, atau kamu dorong sampai mobil itu ke atas"

"kalo kamu mundur di tengah jalan, bukan orang lain yang kecewa. tapi diri kamu sendiri"

"kalo gabisa pake tangan, pake mata. kalo gabisa juga, pake hati kamu"

"keberhasilan sebuah tim bergantung pada pelatihnya. tapi mereka tidak menyebutkan bahwa keberhasilan pelatih karena kedisiplinan anggotanya"

"kamu harus nerima kalau ada janji-janji yang gabisa di tepati. karena kadang ada beberapa hal yang lebih penting daripada sebuah janji"

"saya harap kalian galupa bahwa kita ada disini untuk tujuan yang sama. menang di GPMB"

"kalian semua harus berenang melawan arus yang kuat. begitu kalian berhenti, kalian akan segera terdorong ke belakang"

"untuk melawan arus yang kuat, kalian gacuma butuh tubuh yang kuat. tapi mental yang kuat juga"

"mental yang kuat datang dari komitmen yang kuat"

"saya beruntung mempunyai ayah yang mengizinkan saya menjadi diri saya sendiri"

"kalo kamu pake kostum marching band, kamu kelihatan gagah ya"

12 menit the movie

Hari ini, MB Gita Cantika nonton bersama film 12 Menit: Kemenangan Untuk Selamanya. Film pertama yang menceritakan kehidupan anak-anak marching band di Bontang, Kalimantan Timur. Tentang perjuangan mereka menggapai impian setinggi Tugu Monas, bahkan lebih tinggi lagi dari itu. Tentang kedisiplinan. Tentang pilihan yang membuatmu bahagia, bukan hanya sekedar kaya harta.

Film ini sangat menginspirasi bagi semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Karena banyak sekali pelajaran yang dapat diserap melalu film ini. Sangat memotivasi dan menginspirasi bagi kamu muda untuk terus semangat dalam mengejar impian, walaupun kesempatan itu hanya terhitung waktu, 12 menit.

Menceritakan perjalanan seorang anak perempuan keturunan Jepang pindahan dari Jakarta bernama Elaine yang dulunya seorang Field Commander semasanya sekolah di Jakarta. Elaine yang pintar terpilih menjadi tim olimpiade fisika tetapi ia lebih memilih marching band, ayahnya marah karena beliau tidak suka dengan marching band.
Tentang seorang anak laki-laki bernama Lahan, dari pedalaman Bontang yang hidup hanya berdua dengan bapaknya yang sedang sakit. Yang punya mimpi pergi ke Tugu Monumen Nasional untuk menggantungkan cita-citanya.
Tentang anak yatim pemain snare drum yang tinggal bersama oma dan opanya karena ibunya sedang kuliah di luar negeri dan tak pernah pulang. Tara namanya. Ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan dan saat itu pula Tara kehilangan satu alat pendengarnya karena kejadian itu dialami ayahnya bersama dia.

Tontonan wajib bagi semua generasi, karena untuk para pemuda/pemudi film ini cocok sekali. Memberi motivasi kepada kita untuk terus berjuang menggapai kemenangan walau ada tembok besar yang menghalangi. Mengajarkan kita untuk memilih satu pilihan yang terbaik diantara banyak pilihan. Membangun jiwa disiplin dan bertanggung jawab. 

Nilai-nilai moralnya tidak hanya untuk generasi muda, tetapi juga untuk para orang tua. Di film ini, para orang tua disadarkan, bahwa pilihan anda belum tentu yang terbaik untuk anak-anak anda. Bagi orang tua yang anaknya ikut marching band, jika anda tidak mengizinkan anak anda untuk terus berkarya dalam marching band, sebaiknya tonton film 12 menit ini, agar anda dapat merasakan perjuangan anak anda untuk mencapai kesuksesannya. Anda rasakan bahwa nafas anak anda yang ikut marching band adalah nafas orang-orang yang penuh dengan kesuskesan.

Tidak akan rugi jika kalian menyaksikan:)

Film 12 Menit: Kemenangan Untuk Selamanya. RECOMMENDED!
 

Template by BloggerCandy.com