Pages

Jumat, 22 Februari 2013

Pagi yang beku

pagi ini, tak ada burung bernyanyi untukku
hanya ada rintik hujan yang gemuruh.

pagi ini, tak ada kehangatan untukku
yang ada hanya dingin yang membuat beku.

selamat pagi, hujan yang yang gemuruh
dan selamat pagi, dingin yang membeku.
ohya! hampir saja tertinggal.
selamat pagi, engkau diujung mata
yang selalu berkutat dengan kesibukan
hingga tak punya sedetik waktu untuk menyapaku yang hina ini.
semoga kamu selalu terlindungi.
semoga pagimu, tak sebeku pagiku.
semoga cinta dan kepekaanmu meleleh
bak es dihantam matahari.
hingga akhirnya kamu sadar
ada aku yang tak bosan menanti.

peluk kecup. untuk kamu, di pagi yang beku.

Jumat, 15 Februari 2013

Di ujung mata

Saat aku sedang asik dengan dunia mayaku,
seketika bayangannya melesat melintasi rongga-rongga di otakku.
memaksaku untuk mengingat dan merasakan kembali hangat dekapnya saat terakhir bertemu.
mengharuskanku melayangkan pikiran dan memutarkan alunan namanya dalam kepala.
Ya Tuhan...
apalah arti bayangan itu?
mungkinkah seseorang yang menari dalam bayangan itu juga sedang memikirkanku?
sehingga kami saling bertemu dalam imajinasi masing-masing
merangkai gerak dengan lembut
membentuk garis kenangan yang indah
melengkungkan senyum sumringah.
Wahai bayangan....
kembalilah....
dan sampaikan rindu ini untuknya
dari aku, di ujung mata.
 

Template by BloggerCandy.com