Pages

Senin, 28 Oktober 2013

Rasa yang Telah Bertuan

Saat malam aku bersandar.
Mencari tempat untuk bercerita.
Pada malam senyumku merekah.
Karena dengan malam aku berbagi cerita.

Selalu ada hari baru yang indah saat mentari pagi menyeruak keluar dari persembunyiannya.
Selalu ada cerita baru yang akan terukir di pikiran dengan sendirinya.
Selalu tercipta rasa cinta lebih saat burung mulai berkicauan.
Karena rasa itu telah bertuan.

Senin, 21 Oktober 2013

Sebuah Rencana Tuhan

Tuhan, kami tau rencanamu akan jauuuuh lebih indah dari pada apa yang telah kami pikirkan atau bahkan dari apa yang telah kami ekspektasi kan. kami tau harusnya kami bersyukur atas segala rencanamu yang selalu tepat waktu. rencana yang mungkin pada awalnya akan kami hujat, akan kami protes, tapi pada akhirnya kami tau, bahwa tujuanmu adalah membuat kami kuat dan membuat kami belajar bersyukur atas apapun yang telah Engkau berikan.

Tuhan, tak ada yang dapat menghindari rencanamu. menghindari takdir yang telah Engkau berikan. kami hanya meminta kekuatan di balik semua rencanamu yang membuat kami jatuh dan terbangun, jatuh lagi dan terbangu lagi, begitu selalu.

Maka, saat aku terjatuh, saat aku tergores, saat luka yang menganga terlalu besar, saat itu pula aku percaya bahwa Engkau telah membuatku menjadi seorang gadis yang kuat. aku yakin, Engkau percaya jikalau aku adalah gadis yang kuat, yang akan terus kau uji dengan berbagai macam cobaan. lalu aku akan bersyukur karena dibalik ini semua pasti ada yang lebih indah. tinggal menunggu saja kapan waktunya.

Kau pasangkan segala macam yang ada di alam ini.
bulan-matahari
sendok-garpu
baju-celana
motor-bensin
pria-wanita
Dan aku menemukan pasanganku sendiri. seseorang yang membantuku berdiri tegak tanpa harus terjatuh lagi. seseorang yang secara perlahan menutup goresan luka yang menganga besar itu. aku menemukan kebahagianku kembali. setidaknya, aku tak benar-benar kehilangan secercah harap untuk terus tersenyum.

Namun, lagi lagi aku tak paham dengan cobaan ini. saat aku ingin bahagia, mengapa kesedihan itu harus datang lagi? mengapa tak kau hilangkan saja kesedihan ini, Tuhan? mengapa lagi lagi aku yang harus merasakan semua ini? apa aku belum lulus dari semua ujianmu?

aku tau, Tuhan. aku tau, semua rencanamu pasti akan indah pada waktunya. 

I thank to you

Sometimes, you just say "Thank you:)" to your past. Because you live happily after they gone.

ya. i thank to you.
karena masa-masa yang kemarin itu, emang bener-bener ngasih banyak pelajaran.
ga cuma ngebuat gue jadi lebih kuat, tapi emang ngejadiin gue orang yang sangat amat cukup belajar dari pengalaman itu sendiri. dan ngejadiin gue orang yang bersyukur atas segala kejadian itu:)

Senin, 14 Oktober 2013

Tentang Prioritas [End]

Pada akhirnya, kita memang benar-benar tak lagi saling memprioritaskan.
Karena semua perubahan ini berawal dari sikap acuh tak acuh darimu yang terus menuntutku untuk berfikir, "masih pantaskah kamu untuk kuprioritaskan?"

Seiring pergeseran waktu, aku mulai sadar, bahwa prioritas adalah tujuan hidupmu.
Karena apabila engkau tak memprioritaskan sesuatu, itu artinya kau tak lagi punya tujuan hidup.

Aku memprioritaskanmu untuk tujuan hidupku. Tetapi, pada akhirnya aku menyerah.
Aku menyerah pada waktu yang tak kunjung dapat merubah prioritasmu.
Hingga akhirnya, waktu yang merubah prioritasku.

Ya. Aku pergi. Meninggalkan prioritasku, yaitu kamu.
Sama halnya dengan kamu, yang pergi tanpa membawa aku sebagai tujuanmu.
Karena aku tau, prioritas itu bukan lagi aku, tapi mereka.

Awalnya, memang aku tak akan menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Tapi pada akhirnya, waktu demi waktu memberiku pelajaran.
Bahwa yang kamu prioritaskan adalah yang menjadi tujuanmu kelak.
Tujuan yang jelas. Bukan lagi samar.
Tujuan yang hitam atau yang putih. Bukan yang abu-abu.
Tujuan yang Terang. Bukan yang gelap.
Dan aku sudah memilih jelas tujuanku, yang pastinya bukan kamu.
Karena kamu pun tak pernah menjadikan aku sebagai, prioritasmu.

Ya. Aku pergi.

Part II. read
 

Template by BloggerCandy.com