Tak terlihat setitik purnama bersinar
Menyembunyikan cucuran air matanya
Mendekap hitam agar tak terlihat lagi terdengar
Sayup-sayup rintihan itu semakin kencang
Di bungkamnya mulut rapuh yang tak dapat bercerita
Tentang kepedihan yang tak kunjung hilang
Karena ada yang enggan disebut cinta
Keegoisan tak bisa disangka akan kemana perginya
Tak pula ada yang mengira akan seberapa besar tingkatnya
Sampai kau tau
Menangis karena keegoisanlah yang membuatmu benar-benar menyesal
Bahwa nyatanya keegoisan akan luntur dengan air mata kesadaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar