Pages

Selasa, 24 September 2013

Tentang Prioritas [Part II]

Andai waktu bisa di putar kembali, menuju titik-titik dimana prioritasmu adalah aku.
Andai aku dapat memilih. rasanya aku ingin tetap tinggal pada masa lampau. Saat prioritasmu adalah aku.
Andai cerita kehidupan dapat kusandiwara sendiri, maka akan ku buat jalan cerita dimana prioritasmu adalah aku.
Bukan. Bukan karena aku ingin menuntutmu.
Aku hanya tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Saat aku tau bahwa prioritasmu bukan aku.
Saat aku tau bahwa kata-kata "Selamat pagi" itu bukan lagi untukku.
Saat aku tau bahwa ucapan "Selamat malam dan mimpi indah" itu bukan lagi milikku.
Saat aku tau bahwa tempatmu berkeluh kesah bukan lagi aku.
Saat aku tau bahwa posisiku disampingmu telah tergantikan dengan yang lain.
Karena aku, bukan prioritasmu.
Aku hanya 'belum' bisa sepenuhnya mengikhlaskan posisi itu untuk siapapun yang sekarang kau sebut, prioritasmu.
Tapi aku tak pernah menggantikan posisimu sebagai prioritasku.
Hanya saja, kamu yang merubah semua keadaan ini.
Hingga kita berjarak. Dan pada akhirnya, kita terlihat tidak saling memprioritaskan.

Sudahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com