Seperti rembulan malam yang tak bersinar, aku berlari mengejar. Menangkap apa yang terlepas, dari harapan yang terhempas.
Layaknya ombak yang mengombang-ambingkan perahu nelayan, hati ini mulai goyah dengan sedikit luka yang lagi-lagi menganga.
Selagi aku berusaha meneguhkan penutup luka ini, jangan biarkan keraguan terus menjelma dalam hati.
Seandainya semua tak terjamahi, maka biarkan aku menyusunnya sendiri.
Untuk mengingat bahwa aku tak perlu menggantungkan hidup padamu. Dan tak jua perlu kau sanggah hidupku dengan kaki kecilmu.
Karena suatu saat nanti, suka tidak suka, jika Tuhan berkata tidak, tak pula kita bisa menolaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar