Pages

Jumat, 09 Mei 2014

Hujan Bersama Seseorang [part II]

Lantas, akankah hujan mengajak seseorang itu menari? Tanpa air mata, tentunya.

Sejak saat itu ia benar-benar membenci hujan
Ia tak suka mendengar gemuruh petir saling menyambar
Seolah-olah ingin menyakitinya
Tak senang pula ia melihat hujan membasahi jalannya

Sudah ratusan kali hujan mengguyur kepalanya
Namun ia tak kunjung luluh
Sudah ribuan kali petir menggelegar
Tetapi kebenciannya malah semakin membesar

Hingga hari itu tiba. . . .
Hari dimana ia bertemu dengan seseorang
Seseorang yang mengajaknya menari
Dalam hujan

Awalnya ia sungkan
Karena ia masih membenci hujan
Namun perlahan hatinya mulai menerima
Ajakan untuk berdansa, bersama hujan.
-
Ya. Begitulah siklus mempermaikanmu
Sesuatu yang dulunya sangat amat kaucintai
Bisa berubah menjadi sesuatu yang begitu kaubenci
Namun, saat ada yang mengobati
Kau akan kembali mencitai
-
Dan seperti inilah ia sekarang
Mencintai apa yang pernah ia benci
Namun dengan cara yang berbeda
Ia mencintai hujan bersama seseorang
Tentu, tanpa air mata : )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com