Sejak saat itu ia benar-benar membenci hujan
Ia tak suka mendengar gemuruh petir saling menyambar
Seolah-olah ingin menyakitinya
Tak senang pula ia melihat hujan membasahi jalannya
Sudah ratusan kali hujan mengguyur kepalanya
Namun ia tak kunjung luluh
Sudah ribuan kali petir menggelegar
Tetapi kebenciannya malah semakin membesar
Hingga hari itu tiba. . . .
Hari dimana ia bertemu dengan seseorang
Seseorang yang mengajaknya menari
Dalam hujan
Awalnya ia sungkan
Karena ia masih membenci hujan
Namun perlahan hatinya mulai menerima
Ajakan untuk berdansa, bersama hujan.
-
Ya. Begitulah siklus mempermaikanmu
Sesuatu yang dulunya sangat amat kaucintai
Bisa berubah menjadi sesuatu yang begitu kaubenci
Namun, saat ada yang mengobati
Kau akan kembali mencitai
-
Dan seperti inilah ia sekarang
Mencintai apa yang pernah ia benci
Namun dengan cara yang berbeda
Ia mencintai hujan bersama seseorang
Tentu, tanpa air mata : )
Tentu, tanpa air mata : )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar