Tuhan, mengapa waktu begitu cepat berlalu?
Belum hilang rasanya sisa-sisa kebahagiaan kemarin
Namun sekarang semuanya telah sirna, digantikan dengan derai air mata
Tuhan, mengapa dia begitu cepat pergi?
Padahal aku belum sempat menyadari, bahwa selama ini dia yang aku cari
Dia yang berhasil menutup lukaku
Dia pula yang berhasil membangkitkan rasa yang sempat memudar
Lalu, mengapa sekarang ia buka lagi lukaku?
Mengapa ia goreskan lagi?
Mengapa ia buat lagi luka baru padaku?
Dan sekarang, seenaknya ia pergi.
Lantas, siapa yang akan mengobati jika dia pergi?
Aku tak mampu menutupnya sendiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar